KATA para dosen yang telah bersedia mengajari kami

KATA
PENGANTAR

Puji
dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karuniaNya
saya dapat menyelesaikan makalah ini sebagai tugas akhir dari mata kuliah TPB
(Tahap Pembelajaran Bersama) dengan baik dan tepat waktu.

Tidak
lupa saya mengucapkan terima kasih kepada para dosen yang telah bersedia
mengajari kami tentang SDG’s dalam satu semester ini. Banyak hal yang dapat
kami ambil pelajaran dari mata kuliah ini. Semoga dengan adanya mata kuliah ini
dapat memberi manfaat untuk sekitar.

Barangkali
makalah ini hanyalah menjadi setitik kecil dalam luasnya tujuan SDG’s yang akan
dicapai. Namun, meskipun demikian semoga makalah ini dapat memberikan manfaat.
Apabila ada kritik dan saran yang membangun, saya terima dengan tangan terbuka
demi penyempurnaan makalah selanjutnya.

 

                                                                                               

                                                                                                                                                                                                                                                            Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA
PENGANTAR

DAFTAR
ISI

BAB
I : PENDAHULUAN

a)      Latar
Belakang

b)      Rumusan
Masalah

c)      Tujuan
Penulis

d)     Manfaat
Penulisan

BAB
II : TINJAUAN PUSTAKA

BAB
III : PEMBAHASAN

BAB
IV : PENUTUP

a)      Kesimpulan

b)      Saran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

            Air
merupakan komponen penting dalam kehidupan manusia. Sekitar ¾ dari bumi ini
merupakan air. Air adalah komponen esensial yang apabila tidak ada maka akan
menimbulkan suatu masalah. Meskipun ¾ dari penyusun bumi ini adalah air tetapi,
masih saja banyak negara bahkan daerah-daerah di Indonesia ini yang kesulitan
untuk memperoleh air yang bersih dan layak pakai. Air selalu berhubungan dengan
sanitasi. Dimana sanitasi merupakan upaya agar kesehatan manusia dapat terjaga
dan dapat semakin ditingkatkan. Kita memakai air untuk minum jika tidak ada air
maka akan terjadi dehidrasi. Kita memerlukan air untuk mandi jika tidak ada air
maka tubuh kita akan kotor dan dipenuhi oleh kuman-kuman yang dapat membawa
bibit penyakit. Kita memerlukan air dalam berbagai aktivitas kita. Tumbuhan
juga memerlukan air untuk melakukan proses fotosintesis. Jika tidak ada air
maka proses fotosintesis tidak akan berlangsung yang menyebabkan tumbuhan akan
kekurangan makanan yang pada akhirnya tumbuhan tersebut akan mati. Tumbuhan
mati maka kadar oksigen di bumi semakin berkurang padahal makhluk hidup
memerlukan oksigen untuk bertahan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa jika tidak
ada air maka tidak ada kehidupan.

            Sering kali dalam kehidupan kita
sehari-hari kita membuang air dengan sia-sia. Seharusnya kita menggunakannya
seperlunya saja. Sebenarnya jumlah air di bumi ini tetap sama, tidak berkurang
dan tidak bertambah karena air mengalami proses yang dinamakan pendauran. Daur
air merupakan suatu proses dimana air akan menguap dan membentuk awan kemudian
akan turun ke bumi dalam bentuk hujan. Kemudian air hujan ini akan diserap oleh
tanah yang kemudian dapat kita pakai kembali untuk aktivitas sehari-hari.

 

 

 

 

 

1.2. Rumusan Masalah

1.2.1.Mengapa masih
terdapat daerah-daerah yang kesulitan untuk memperoleh air  yang  bersih?

1.2.2. Mengapa sanitasi
diperlukan?

1.3. Tujuan Penulis

 a) Mencari alternatif lain agar kebutuhan air
bersih dapat terpenuhi.

 b) Menjelaskan kepada pembaca bahwa pentingnya
sanitasi.

1.4. Manfaat Penulisan

a)      Bagi
Penulis

Penulisan makalah ini dibuat untuk
pemenuhan tugas akhir mata kuliah TPB

            b)  Bagi Pembaca

                 
Memberikan gambaran kepada pembaca mengenai keterkaitan air dan
sanitasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

            SDGs
merupakan singkatan dari Sustainable Development Goals. Ketujuhbelas tujuan
SDGs tersebut yaitu :

1.
Dunia tanpa kemiskinan.

2.
Dunia tanpa kelaparan.

3.
Kesehatan yang baik.

4.
Pendidikan yang bermutu.

5.
Kesetaraan gender.

6.
Air yang bersih dan sanitasi yang layak.

7.
Energi yang terpenuhi.

8.
Pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak.

9.
Kemajuan industri, infrastruktur, dan pengembangan inovasi.

10.
Mengurangi kesenjangan.

11.
Pemukiman yang kondusif.

12.
Produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

13.
Tindakan terhadap perubahan iklim.

14.
Kehidupan bawah laut.

15.
Kehidupan di darat.

16.
Terciptanya perdamaian dan keadilan.

17.
Memperkuat kemitraan.                                                    (Depkes
RI, 2015)

            Salah satu tujuan dari SDGs yang
akan dibahas pada makalah ini adalah tujuan yang keenam yaitu,  air dan sanitasi yang layak.

Air
adalah ikatan kimia antara 1 atom oksigen dengan 2 atom hidrogen (H2O)  yang dapat berwujud gas, cair, ataupun padat
(Sudarmadji, 2007).

Di
dalam tubuh manusia terdapat air sekitar 50-70% dari total berat badan. Hal ini
menunjukkan bahwa komponen penyusun tubuh manusia yang terbesar adalah air
(Slamet, 2007).

Kebutuhan
air penduduk kota tentu berbeda dengan kebutuhan air penduduk desa. Air yang
dimaksud adalah air bersih. Air bersih adalah air yang dipakai untuk aktivitas
manusia yang tidak terkontaminasi zat-zat kimia dan juga  kuman yang membawa penyakit (Dwijosaputro,
1981).

Menurut
Depkes RI penduduk kota membutuhkan air bersih sekitar 150 liter/ orang/ hari
sedangkan kebutuhan air bersih penduduk desa sekitar 80 liter/ orang/ hari.

Menurut
Hopkins, sanitasi merupakan upaya pencegahan terhadap hal-hal yang dapat
mempengaruhi kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PEMBAHASAN

a)     
Pandangan
Agama Kristen mengenai Air dan Sanitasi

Ibrani
10 : 22

“Karena itu marilah kita menghadap
Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena
hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah
dibasuh dengan air yang murni.”

Maksud
dari ayat Alkitab di atas adalah hati kita dibersihkan oleh Tuhan melalui
pembasuhan oleh air murni. Pembasuhan oleh air murni yang dimaksud adalah
pembabtisan.

                                      

Dalam
agama kristen air erat kaitannya dengan sanitasi atau kebersihan. Karena
kebersihan atau kesucian secara rohani atau spritual dimulai dari kebersihan
fisik. Makanya, ada pepatah yang mengatakan kebersihan adalah sebagian dari
iman.

Seperti
yang tertulis dalam Mazmur 51 : 7-9 yang berbunyi :

“Bersihkanlah aku daripada dosaku dengan
hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka akumenjadi lebih putih dari
salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kau
remukkan bersoeak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku,
hapuskanlah segala kesalahanku!”

Air merupakan berkat Tuhan yang
sangat berharga

Dalam
kitab Markus 9 : 41 dikatakan :

“Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum
secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan
kehilangan upahnya.”

Air
merupakan simbol untuk memulai hidup yang baru di dalam Tuhan atau dengan kata lain
air merupakan sumber hidup

“Barangsiapa haus, baiklah ia datang
kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh
Kitab Suci : Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.”

                                                                                                Yohanes
7 : 37

“Barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang
dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan
cuma-cuma!”